Pemanasan Global
Pemanasan
Global – Seperti yang kita ketahuia bersama, pengertian pemanasan global (
global warming) adalah naiknya suhu permukaan bumi di atas rata – rata yang
biasanya juga diakibatkan oleh keluaran gas rumah kaca yang berlebihan
(karbondioksida, metana, dinitro oksida, dll) di atmosfir bumi. Itu lah
pengertian pemanasan global menurut Natural Resaurces Defence Council. Fenomena
pemanasan global ini makin kesini terlihat semakin parah. Hal ini tentunya
membawa dampak besar bagi kehidupan semua penghuni bumi.
Penyebab
Global Warming / Pemanasan Global :
- Emisi gas rumah kaca dan bahan bakar fosil
Menjadi salah
satu penyebab pencemaran tanah seperti tumpahnya minyak di sekitar sumur
pengeboran. Pada tahun 1700 dimulainya revolusi indrustri dari situlah banyak
terjadi pencemaran udara menggunakan bahan bakar fosil, gas, batubara untuk
menjalankan kendaraan bermotor, dan mesin – mesin pabrik.
Tetapi efek
dari pencemaran ini tidak sepenuhnya salah. Dengan adanya gas rumah kaca suhu
bumi yang awalnya sangat dingin sekarang menjadi hangat yang di butuhkan
makhluk hidup apabila suhu bumi terlalu dingin akan mempengaruhi kehidupan
manusia. Tetapi keluaran gas rumah kaca harus sesuai dengan kadar dan tak
melebihi batasnya agar menjaga suhu bumi tetap stabil dan pemanasan global
tetap di batas normal.
- Gas metana
Menjadi salah
satu terjadinya global warming, terutama dari perternakan. Perternakan sapi
sangat besar dalam menghasilkan gas metana dari sendawa dan kentut hewan ternak
dibanding industri minyak.
- Perubahan iklim
Penyebab
global warming yang dapat diamati langsung pada lingkungan Gletser di kutub
mencari, beberapa bunga dan pohon berbunga lebih awal, danau dan sungai yang
membeku mencair tidak sesuai dengan periode sebelumnya.
- Variasi matahari
Pemanasan
global dapat diakibatkan oleh variasi matahari. Variasi matahari yang
diperkuat oleh umpan balik awan memberikan kontribusi pemanasan.
- Penggunaan CFC berlebihan
Bahan kimia
yang digabungkan menjadi sebuah bahan yang digunakan untuk memproduksi
peralatan rumah tangga yang terdapat pada AC dan kulkas ini juga menjadi salah
satu sebab dari global warming.
- Perusakan hutan
Penyebab
pemanasan global yang terakhir adalah perusakan hutan. Hutan adalah salah satu yang berperan penting
dalam bumi ini karena hutan dapat menyerap karbondioksida dan mengeluarkan
oksigen. Apabila hutan di rusak maka karbon dioksida tidak ada yang menyerap
sehingga terjadi pemanasan global.
.
Dampak
Pemanasan Global ( Global Warming ) :
- Terumbu karang rusak akibat meningkatnya suhu yang semakin panas di laut.
- Semenjak revolusi industry tingat keasaman laut meningkat sekitar 30 %.
- Cuaca yang ekstreme dapat menggagalkan panen dikarenakan adanya banjir maupun kekeringan.
- Menurunnya populasi hewan.
- Punahnya flora dan fauna.
- Meluasnya penyakit yang menyerang manusia seperti DBD dan malaria
- Miningkatnya kasus orang meninggal akibat dari cuaca panas seperti jantung, dehidrasi, dan stress.
- Naiknya permukaan laut yang banyak dapat menyebabkan tsunami, banjir, pulau akan tenggelam.
- Adanya angin dari segala arah yang menyebabkan angin puting beliung.
- Menguapnya air di dalam tanah yang berdampak pada kekeringan
- Iklim mulai tidak stabil
Para ilmuwan
memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan
Bumi utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di
Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan
lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang
sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada
pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit
serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa
area. Suhu pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah yang
hangat akan menjadi lebih lembap karena lebih banyak air yang menguap dari
lautan. Para ilmuwan belum begitu yakin apakah kelembapan tersebut malah akan
meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan
karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan
meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih
banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan
cahaya Matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses
pemanasan (lihat siklus air). Kelembapan yang tinggi akan meningkatkan curah
hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit
pemanasan. Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam
seratus tahun terakhir ini. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu,
air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi
lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin
dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya
dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang
terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi
tidak terprediksi dan lebih ekstrem.
- Peningkatan permukaan laut
Perubahan
tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil
secara geologi.
Ketika
atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga
volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga
akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih
memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah
meningkat 10 – 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuwan IPCC
memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 - 35 inci) pada abad ke-21.
Perubahan
tinggi muka laut akan sangat memengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan
100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen
daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit
pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat
air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana
yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara
miskin mungkin hanya
Bahkan sedikit
kenaikan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50
cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika
Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan
daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar
dari Everglades, Florida.
- Suhu global cenderung meningkat
Orang mungkin
beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari
sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian
selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih
tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan
pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat
tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung
yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang
berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa
tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit
yang lebih hebat.
Gangguan
ekologis
Hewan dan
tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini
karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global,
hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan.
Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat
lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan
menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau
selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan
mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju
kutub mungkin juga akan musnah.
- Dampak sosial dan politik
Perubahan
cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang
berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga
dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malagizi.
Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat
mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang
berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian
akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan
penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti:
diare, malagizi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit,
dan lain-lain.
Pergeseran
ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (waterborne
diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases).
Seperti meningkatnya kejadian demam berdarah karena munculnya ruang (ekosistem)
baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adanya perubahan iklim ini maka ada
beberapa spesies vektor penyakit (eq aedes aegypti), virus, bakteri, plasmodium
menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adalah organisme
tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara
alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang
ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (climate change) yang
bisa berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau
panjang/kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu)
Gradasi
Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga
berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula
dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol
selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernapasan
seperti asma, alergi, coccidioidomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan
lain-lain.
Komentar
Posting Komentar